Langsung ke konten utama

Postingan

Mati Rasa

Ada suatu masa dimana seorang perempuan berhenti berharap.. Menutup semua pintu dari segala rasa cemas dan memberikan jarak antara dirinya dan "dunia".. Terdiam saat semua orang di sekelilingnya tertawa Serta merasa "biasa saja" ketika semua orang mulai saling beradu luka.. Memilih menarik diri dari kerumunan dan lebih menikmati kesendirian.. Mengingat kembali masa-masa suram namun rasanya sudah tak lagi menyakitkan.. Melihat daftar orang-orang yang pernah menyakiti, namun tak bisa lagi untuk membenci.. Menatap kenangan akan sedikit bahagia yang pernah menyapa namun rasanya mulai "biasa saja".. Entahlah, mungkin ini yang namanya "Mati Rasa".. Titik terendah depresi seorang wanita.. Level tertinggi dari "Terserah" yang seringkali terbungkus mesra oleh pasrah.. Lebih memilih untuk menjadi makhluk tak kasat mata dan menikmati hidup dengan "caranya".. Tidak lagi mempedulikan omongan orang lain sebab semua hal kini hanya tentang di...
Postingan terbaru

Pangeran Bersarung

Aku ingat dulu ketika kita bertemu Kita masih kecil belum mengerti apa - apa Aku melihatmu sedang kamu tidak sadar Lalu timbul sesuatu yang ingin aku pertanyakan Saat itu dunia baik - baik saja Sebelum kau menatapku dan tersenyum Aku ingat dulu pertama kali melihatmu Kau turun dari kereta besi dan terseret Oleh tangan seorang malaikat dengan paksa Bukan, sepertinya sepasang malaikat Hari kedua aku melihatmu lagi Kamu sendirian di pojok sebuah balkon Mengingat tragedi di hari sebelumnya Ada rasa kasihan sejak hari itu Tahukah kamu, saat itu terlintas di benakku Ingin sekali aku membelai wajahmu Dan berkata, gapapa kamu gak sendirian Kamu pasti bisa melewatinya Aku mengerti ada beban berat di pundakmu Mengingat sikap kasar orang tuamu Saat pertama kali kamu datang Aku pikir banyak yang sepertimu di sini Bisa begitu mudah mengemban beban itu Belajarlah dari mereka, ucapku dari batin Sejak itu, dimana ada kamu aku datang Dimana ada aku kamu datang Sulit sekali untuk ku menghindar Mungkin j...

Tentang kematian

Mati adalah kedinginan Satu denyut lepas tiba - tiba Membekulah sekujur tubuh Lalu di bangunkan kembali Sejak itu akalmu memberontak Mengingat - ingat kebaikan Sudah cukupkah sebagai bekal Mati adalah mimpi Kamu tidak akan percaya  Yang kamu tau hanyalah tertidur Berharap akan terbangun kembali Padahal tidak, tak ada lagi kesempatan Sedang kamu akan melihat Dirimu sendiri dengan kebingungan Mati adalah ketakutan Seperti itulah yang bayi rasakan Ketika baru lahir di dunia Kamu sangat papa dan bisa apa Seperti keadaanmu saat kembali Tak memiliki apapun untuk di bawa Kecuali amal yang kau perbuat Mati adalah pangkuan ibumu Orang pertama yang bersamamu Saat mati akan teringat ibumu Sesak jika harus berpisah Tapi kamu harus pergi seorang diri Bahkan kamu sendiri tidak tahu Bagaimana nasib ibumu nanti Mati adalah sebuah perjalanan Dalam kegigilan sekujur tubuh Kesadaran yang harap cemas Teringat hati dan akal Senantiasa menyebut nama-Nya Berharap bisa buat bekal pembelaan Ketika dosa di ...

Bagaimana kabarmu, aku tidak tahu

Bagaimana kabarmu Aku tidak tahu Aku merangsek sebagai penyelinap dalam duniamu Tak asing tapi juga tak dikenali Aku hanyalah orang tidak penting untuk diketahui Sampai pada akhirnya waktuku tiba untuk kembali Ada waktu dimana aku harus melepaskan topeng dan keluar dari jeruji Kembali menjadi diri sendiri Kembali menjalani takdir sendiri Aku mengambil langkah penuh kesadaran di atas kegamangan Tak ada lagi bayangan yang mengikuti lagi Bahkan tanpa keraguan yang menakuti lagi Diammu seakan memutuskan bahwa kita berbeda Seluruhnya aku terima dengan lapang dada Larimu Langkahku Egomu Takdirku Tamengmu Pasrahku Hidupmu Hidupku  Semua telah aku terima lalu  aku telan mentah - mentah Sebagai obat penawar sakitnya jiwa Pahit getirnya perasa  Menancapkan masa kelam pada kenangan Kau yang kini hanya kenangan semata Menutup jeruji rapat - rapat Tanpa ada celah sekalipun untuk di lalui cahaya Kini aku yang terlanjur keluar dari penyelinapanku Kembali ingin tahu bagaimana hidupmu Nam...

JATUH CINTA

Ketika kamu jatuh cinta Seketika kamu ingin menjadi dirinya Mulai dari warna favoritnya Gayanya, hobinya Film yang dia sukai Musik, apapun akan kamu tirukan Atau bahkan merasa memiliki banyak kesamaan dengannya Ketika kamu jatuh cinta Kamu akan mempelajari semua hal tentangnya Mengenalanya adalah hal candu bagimu Baik buruknya akan kamu telan mentah - mentah Bagaimana kabarnya, keadaannya Semua itu akan membuatmu teringat dia sepanjang waktu Ketika kamu jatuh cinta  Jarak dan waktu ingin sekali kamu bunuh Kemanapun, di manapun dan kapanpun Kamu ingin bersamanya Bila jauh kamu ingin menghampirinya Ketika kamu benar - benar cinta Bahkan kamu rela berkorban segalanya Jika jadi gila nyawapun rela di pertaruhkan Segala hambatan 1001 cara akan di lakukan  Agar kamu bisa mendapatkan cintamu Cinta adalah fitrah Yang tidak pernah kita rencanakan kehadirannya Kepada siapa, harus kapan, bagaimana caranya dan dimana Karena ketika kamu telah jatuh cinta Tuhan...

H E N I N G

Sejak kakak saya meninggal 8 th yang lalu. Sejak itu pula saya menyadari bahwa kematian ada di sekitar kita setiap saat. Sejak itu pula saya baru menyadari, yang selalu saya rasakan gejalanya sama seperti apa yang di rasakan kakak saya. Sejak itu hidup saya seperti dalam jeruji. Sejak itu pula ibu saya jadi pemurung, seperti tidak mampu menerima kenyataan atas kepergian anaknya. Ibu menyelamatkan anak orang lain, anak sendirilah yang terlepas. Sejak saat itu, keheninganlah yang menemani saya. Bisa di katakan, saya lebih mampu memahami keheningan dari pada memahami orang lain. Sekalipun orang terdekat saya. Kamu tau? Keheningan memiliki banyak tingkatan. Dari keheningan yang dapat membuatmu mendengar suara daun yang bergerak pelan. Mendengar suara hembusan angin yang begitu sendu. Mendengar suara serangga yang mengepakkan sayapnya sebelum fajar. Mendengar bunyi jam yang berdetak. Mendengar bunyi detak jantung. Ataupun nafas yang terhela. Bahkan desahan sekalipun. Yang...
Seandainya manusia tau isi takdirnya Mungkin penghuni bumi akan menghilang separuhnya Beberapa ada yang indah di masa depan Merekalah yang bertahan merasa menang Beberapa ada yang lari Memilih berhenti karena tak ada tujuan Tetapi yang menang tanpa ada yang kalah Tak bisa di nikmati karena terasa hambar Tuhan menciptakan panas agar kita tahu rasanya dingin Tuhan ciptakan dingin agar kita tahu rasanya panas Seandainya manusia tahu isi takdirnya