Ada suatu masa dimana seorang perempuan berhenti berharap.. Menutup semua pintu dari segala rasa cemas dan memberikan jarak antara dirinya dan "dunia".. Terdiam saat semua orang di sekelilingnya tertawa Serta merasa "biasa saja" ketika semua orang mulai saling beradu luka.. Memilih menarik diri dari kerumunan dan lebih menikmati kesendirian.. Mengingat kembali masa-masa suram namun rasanya sudah tak lagi menyakitkan.. Melihat daftar orang-orang yang pernah menyakiti, namun tak bisa lagi untuk membenci.. Menatap kenangan akan sedikit bahagia yang pernah menyapa namun rasanya mulai "biasa saja".. Entahlah, mungkin ini yang namanya "Mati Rasa".. Titik terendah depresi seorang wanita.. Level tertinggi dari "Terserah" yang seringkali terbungkus mesra oleh pasrah.. Lebih memilih untuk menjadi makhluk tak kasat mata dan menikmati hidup dengan "caranya".. Tidak lagi mempedulikan omongan orang lain sebab semua hal kini hanya tentang di...
Aku ingat dulu ketika kita bertemu Kita masih kecil belum mengerti apa - apa Aku melihatmu sedang kamu tidak sadar Lalu timbul sesuatu yang ingin aku pertanyakan Saat itu dunia baik - baik saja Sebelum kau menatapku dan tersenyum Aku ingat dulu pertama kali melihatmu Kau turun dari kereta besi dan terseret Oleh tangan seorang malaikat dengan paksa Bukan, sepertinya sepasang malaikat Hari kedua aku melihatmu lagi Kamu sendirian di pojok sebuah balkon Mengingat tragedi di hari sebelumnya Ada rasa kasihan sejak hari itu Tahukah kamu, saat itu terlintas di benakku Ingin sekali aku membelai wajahmu Dan berkata, gapapa kamu gak sendirian Kamu pasti bisa melewatinya Aku mengerti ada beban berat di pundakmu Mengingat sikap kasar orang tuamu Saat pertama kali kamu datang Aku pikir banyak yang sepertimu di sini Bisa begitu mudah mengemban beban itu Belajarlah dari mereka, ucapku dari batin Sejak itu, dimana ada kamu aku datang Dimana ada aku kamu datang Sulit sekali untuk ku menghindar Mungkin j...