Aku ingat dulu ketika kita bertemu
Kita masih kecil belum mengerti apa - apa
Aku melihatmu sedang kamu tidak sadar
Lalu timbul sesuatu yang ingin aku pertanyakan
Saat itu dunia baik - baik saja
Sebelum kau menatapku dan tersenyum
Aku ingat dulu pertama kali melihatmu
Kau turun dari kereta besi dan terseret
Oleh tangan seorang malaikat dengan paksa
Bukan, sepertinya sepasang malaikat
Hari kedua aku melihatmu lagi
Kamu sendirian di pojok sebuah balkon
Mengingat tragedi di hari sebelumnya
Ada rasa kasihan sejak hari itu
Tahukah kamu, saat itu terlintas di benakku
Ingin sekali aku membelai wajahmu
Dan berkata, gapapa kamu gak sendirian
Kamu pasti bisa melewatinya
Aku mengerti ada beban berat di pundakmu
Mengingat sikap kasar orang tuamu
Saat pertama kali kamu datang
Aku pikir banyak yang sepertimu di sini
Bisa begitu mudah mengemban beban itu
Belajarlah dari mereka, ucapku dari batin
Sejak itu, dimana ada kamu aku datang
Dimana ada aku kamu datang
Sulit sekali untuk ku menghindar
Mungkin jika aku lari ke ujung dunia sekalipun
Di situ ada kamu yang sudah menunggu
Kita sering bertemu kita saling berpapasan
Kamu pun tersenyum lalu jantungku berdebar
Kita sering mencari jalan keluar dari keramaian
Namun setelah ada kesempatan untuk bertemu
Kita tidak pernah bicara bahkan menyapa
Lalu kamu menunggu, dan kamu datang
Lalu kamu datang, dan kamu pergi
Begitu seterusnya dan suatu ketika
Kamu berbisik di tengah keramaian
Saat itu aku tidak sadar kepada siapa kamu bicara
Mustahil aku, sedangkan kita tidak saling kenal
Aku juga ingat, saat kau memanggilku "istriku"
Tanpa sadar ku jawab dalam hati "iya suamiku"
Sebuah doa yang ku ucap berulang - ulang
Lambat laun membuatku jadi berharap kepadamu
Ada suatu kesalahan yang membuatku janggal
Aku merasa ada banyak yang menginginkanmu
Tapi tidak mungkin aku salahkan
Sikap ramahmu pada setiap orang
Merasa seperti di bodohi aku benci
Kamu mengajakku terbang lalu membantingku
Ke dasar bumi hingga aku sadar diri
Menjadi pecahan puing berkeping - keping dan berserakan
Penampilan mu yang kadang seperti preman
Membuatku menghindar karena takut
Bukan, mungkin karena sakit, juga benci
Aku melihat sosok yang sedang menunggu
Menunggu, menunggu dan terus menunggu
Aku melihatnya di setiap waktu
Suatu saat akan aku tanyakan
Itu kah kamu? Kamu kah yang menungguku
Seandainya benar, aku ingin kamu tahu
Bahwa selama ini aku juga mencarimu
Setelah sekian lama kita berpisah
Aku kembali bertemu seseorang yang tidak ku kenal
Tapi jantungku berdebar saat kita berpapasan
Kamu bertumbuh besar hampir tidak aku kenali
Tidak seperti kamu yang aku lihat saat pertama bertemu
Aku kembali di hari terahir sebelum kamu pergi
Seseorang berkata kamu akan pergi dan tak kembali
Ada rasa pedih dan menyesakkan dada
Namun aku sadar aku ini siapa
Setelah mendengar tentangmu bahwa kamu itu siapa
Tak ada yang perlu di pertanyakan
Aku menahan diri untuk tidak datang
Hingga kamu pergi untuk selama - lamanya
Aku ingat saat aku menemukan mu dalam dunia maya
Menemukan catatan - catatan suara hatimu
Indah. Ku baca dan ku baca lagi seterusnya
Ku ingat dan ku ingat lagi setiap katanya
Ku buka dan ku buka lagi lalu ku simpan
Dari hari ke hari dari waktu ke waktu
Ku kembali teringat pertemuan pertama kita
Persis seperti yang kutulis di diaryku
Ada rindu yang menyeruak menyesakkan dada
Haruskah ku pertanyakan atau kulupakan
Aku menyimpan namamu sejak kita bertemu
Sampai kita berpisah sampai aku kehilanganmu
Sampai menemukan mu kembali
Sampai kamu tidak mengenaliku lagi
Sampai membuatku terjatuh lagi
Sampai bertahun - tahun aku lalui
Hanya untuk mengenang dan merindukan
Saat saat dimana kamu masih mengenaliku
Sampai kapan harus begini
Tanyaku pada diri sendiri
Sampai belasan tahun lamanya aku menunggu
Agar kamu sadar dan mengenali siapa diriku
Atau mungkin aku yang tidak tahu diri
Yang mengharapkanmu untuk melihatku lagi
Begitulah seklumit kerinduan yang ku ingat
Bahwa kamu pernah menjadi orang pertama
Yang tinggal bersemayam di hatiku
Sialnya dari waktu ke waktu
Aku mencoba mencari pengganti mu
Tak ada satupun yang sepertimu
Kala itu aku bertanya hanya ingin memastikan
Apakah ini hanya imajinasi ku saja
Atau ada hal lain yang membuatmu bersembunyi
Setidaknya semua bisa di bicarakan
Mau dan harus bagaimana
Sampai aku memutuskan mengambil langkah
Untuk melepas namamu, melupakanmu
Dan menganggap ini tidak pernah terjadi
Jiwaku gersang kering kerontang
Aku rapuh lalu terjatuh sebagai patahan ranting
Suatu hari angin berhembus kencang
Dan tak bisa menyembunyikanku di balik dedaunan
Aku bisa apa yang sudah tak berdaya lagi
Tak bisa ku cegah atau ku tolak meski sudah berteriak
Jika ada orang datang memungut patahan ranting itu
Dan menanamku menjadi pohon rindang
Karena kamu bilang 9 tahun yang lalu
Ada seseorang yang kamu inginkan
Namun sayangnya harus di lepaskan
Tepat setelah aku menjadi milik orang lain
Aku jadi teringat seseorang yang membuatku
Pertama kali mengerti apa itu rasa rindu
Di kisah ini ku tuliskan semua ingatanku
Aku ingat pertama kali aku melihatmu
Aku ingat bagaimana aku kehilanganmu
Aku ingat pada akhirnya aku harus pergi
Jika awalnya aku yang memulai
Jika ini hanya sekedar imajinasi ku saja
Jika semua ini adalah kesalahanku
Maka biarkan aku pula yang mengakhirinya
Hai kamu jangan menyesal jangan bersedih
Ingin sekali aku membelai wajahmu dan berkata
"Kamu tidak sendirian, ada aku"
Setidaknya kita sama - sama berjuang
Ketika semua hanya sebatas kenangan bukan?
Izinkan aku mengenang mu untuk terahir kalinya
Lalu melupakanmu untuk selama - lamanya
Dengan menyuratkan ingatanku agar abadi
Berharap suatu hari kamu bisa tau pesanku ini
Agar jika tiba saatnya di hari aku benar - benar lupa
Surat ini bisa menjadi pengingatku dan kamu
Tentang kesalahan terindah yang tidak kusesali
Mulai hari ini aku berjanji akan bahagia dengannya
Karena aku yakin suatu saat akan datang padamu
Seseorang yang mampu melindungi sayapmu
Mewakiliku untuk membelai wajahmu saat kamu lelah
Seseorang yang mampu menjadi pelipur laramu
Mengingat itu aku tenang dan bahagia
Wahai kamu sang pangeran bersarung
Wahai kamu sang ahli qur'an
Datanglah sebagai panutan umat suatu saat
Yang dapat membinaku dan semua umat
Mengayomi dan membimbing kami
Untuk bisa mencintai dan mengamalkan al qur'an
Komentar
Posting Komentar