Mati adalah kedinginan
Satu denyut lepas tiba - tiba
Membekulah sekujur tubuh
Lalu di bangunkan kembali
Sejak itu akalmu memberontak
Mengingat - ingat kebaikan
Sudah cukupkah sebagai bekal
Mati adalah mimpi
Kamu tidak akan percaya
Yang kamu tau hanyalah tertidur
Berharap akan terbangun kembali
Padahal tidak, tak ada lagi kesempatan
Sedang kamu akan melihat
Dirimu sendiri dengan kebingungan
Mati adalah ketakutan
Seperti itulah yang bayi rasakan
Ketika baru lahir di dunia
Kamu sangat papa dan bisa apa
Seperti keadaanmu saat kembali
Tak memiliki apapun untuk di bawa
Kecuali amal yang kau perbuat
Mati adalah pangkuan ibumu
Orang pertama yang bersamamu
Saat mati akan teringat ibumu
Sesak jika harus berpisah
Tapi kamu harus pergi seorang diri
Bahkan kamu sendiri tidak tahu
Bagaimana nasib ibumu nanti
Mati adalah sebuah perjalanan
Dalam kegigilan sekujur tubuh
Kesadaran yang harap cemas
Teringat hati dan akal
Senantiasa menyebut nama-Nya
Berharap bisa buat bekal pembelaan
Ketika dosa di pertanyakan
Mati adalah penyesalan
Bagi mereka yang telah lalai
Mereka yang di bangunkan kembali
Akan bersyukur dan menyesal
Lalu berjanji kepada diri
Untuk tidak lagi menyia - nyiakan
Kesempatan yang Alloh berikan
Mati adalah sebuah impian
Bagi yang mengecap manisnya iman
Tak ada lagi beban dunia
Yang bisa menjurumuskan
Lalu baginya kematian
Bukanlah sebuah ketakutan
Tetapi sebuah penantian panjang
Tentang kematian
Sekujur tubuhmu mendingin
Tak lagi bisa menguasai tubuhmu
Untuk di gerakan atas wewenangmu
Dadamu terasa sesak dan terbakar
Pengecapan lidah akan terasa asam
Tumpang tindih dalam satu nadi
Tentang kematian
Tentang aroma maut
Yang tak bisa di jelaskan
Setelah hilang kesadaran
Gelap datang begitu lain
Sunyi datang begitu mencekam
Orang sendiri menjadi orang lain
Tentang kematian
Saat ruh terpisah dari tubuhnya
Bagi mereka yang zalim
Terasa seperti 1000 cambukan
Bagi mereka yang beriman
Terlalap nyenyak begitu saja
Dalam tidur keabadian
Komentar
Posting Komentar