"sesungguhnya jarak antara masalah dengan jalan keluar hanyalah sebatas kening dengan sajadah"
Dalam keseharian kita masalah pasti datang silih berganti. Semua
itu adalah ketentuan yang datangnya dari Allah swt untuk hambanya dengan
berbagai tujuan contohnya sebagai bahan ujian untuk memuliakan, alat penguji
kesabaran atau pun peringatan untuk pembenaran kesalahan.
Sebagai makhluk yang di berikan akal pikiran semestinya
manusia dapat berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesikan segala maslah
dalam kehidupannya melalui berbagai cara yang halal dan berbagai ikhtiar.
Namun pada zaman ini sering ditemukan kejadian – kejadian konyol
yang dilakukan manusia saat mereka menghadapi masalah tanpa melakukan pemikiran
yang panjang. Seperti berbagai kejahatan yang dilakukan secara fisik, dan yang
paling fatal adalah termasuk dengan jalan melakukan bunuh diri, bahkan ada yang
melakukan tindakan yang dianggap ringan tetapi malah menjadi induknya dosa
yaitu kesyirikan.
Banyak orang yang terkadang tidak sadar bahwa hidup susah
dan senang adalah hal yang menjadi pasangan dalam hidup manusia agar seimbang. Semua
itu datang sebagai takdir dari Allah swt kepada siapa saja yang di
kehendakinya, sekecil apapun masalahnya sesungguhnya sudah tertulis di lauhul
mahfudz kita yakni buku kehidupan setiap hambanya yang di dalamnya sudah
tertulis alur kehidupan kita secara akurat dan terperinci. Tugas kita sebagai
hamba hanyalah menjalaninya dengan ridho dan berhusnudzan kepada Allah swt. Di balik
semua itu selalu ada hikmah, dan hikmah pasti diberikan kepada siapa saja yang
mau belajar dan memperhatikannya. Dan tahukah saudaraku hikmah atau hidayah
tidaka hanya datang dari dakwah seseorang. Tetapi semua hal di sekitar kita
bisa menjadi media belajar kita sekalipun dari perkataan anak kecil.
Ketika masalah mulai datang ada yang bersikap biasa saja,
dengan satu keyakinan bahwa apa yang di hadapinya itu akan hilang dengan
sendirinya dengan izin Allah, ingatlah pepatah “ badai pasti berlalu “. Tetapi ada
juga yang langsung putus asadan menganggap apa yang di dapatnya merupakan azab
dari Allah swt.
Untuk menghadapi yang demikian sesungguhnya Allah swt
sebagai Dzat yang Maha Memiliki semua yang ada di alam ini, telah memberikan bimbingan
kepada manusia melalui Al Quran dan hadist agar dapat menyikapi dengan benar.
Seorang sahabat rasulullah Saw pada suatu saat mengadukan tentang kesempitan
hatinya karena masalah yang di hadapinya tidak kunjung usai , untuk itu orang
shaleh (Rasulullah) yang ditanyai menjawab: “ berdzikirlah kamu kepada Allah
swt,”
Selalu ingat kepada Allah swt dengan menggambarkan kebesaran
dan kekuasaanNya akan menumbuhkan rasa optimis dalam diri. Allah tidaklah
menciptakan jin dan manusia tiada lain agar menyembah dan tidak menyekutukanNya.
Karena itu aktifitas dzikir adalah salah satu aktifitas yang sangat di perintah
Allah agar mampu membersihkan dan menghidupkan hati serta lingkungan juga jadi
lebih hidup. Setiap hamba yang hatinya bersih akan mudah diijabah doanya, setiap
hamba yang sering mengingat Allah akan mudah diberikan jalan keluar dari setiap
masalah.
Dzikir adalah doa, dengan berdzikir manusia berarti
mengingat Allah. Allah swt berfirman:
“Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah sebagaimana
yang ditunjukkannya kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar – benar termasuk
orang – orang yang sesat.” (QS. Al – Baqoroh:198)
Dzikir adalah kehidupan hati dan faktor yang menyebabkan
hati manusia menjadi hidup, bahkan menghidupkan rumah seseorang ketika hati
seseorang mati akibat banyak masalah dan bala yang menimpanya. Tidak ada yang
dapat mendatangkan nikmat Allah dan menolak segala amarah dan bala yang datang
dariNya. Tetap jalani hidup ini dengan 3 kunci masalah yakni sabar dibarengi
ikhtiar dan di akhiri tawakal. Tawakal adalah berserah diri kepada Allah swt,
salah satu halnya adalah mendekatkan diri dengan doa, maka berdzikirlah.

Komentar
Posting Komentar