Langsung ke konten utama

Memecahkan Masalah dengan Doa


"sesungguhnya jarak antara masalah dengan jalan keluar hanyalah sebatas kening dengan sajadah"

Dalam keseharian kita masalah pasti datang silih berganti. Semua itu adalah ketentuan yang datangnya dari Allah swt untuk hambanya dengan berbagai tujuan contohnya sebagai bahan ujian untuk memuliakan, alat penguji kesabaran atau pun peringatan untuk pembenaran kesalahan.

Sebagai makhluk yang di berikan akal pikiran semestinya manusia dapat berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesikan segala maslah dalam kehidupannya melalui berbagai cara yang halal dan berbagai ikhtiar.

Namun pada zaman ini sering ditemukan kejadian – kejadian konyol yang dilakukan manusia saat mereka menghadapi masalah tanpa melakukan pemikiran yang panjang. Seperti berbagai kejahatan yang dilakukan secara fisik, dan yang paling fatal adalah termasuk dengan jalan melakukan bunuh diri, bahkan ada yang melakukan tindakan yang dianggap ringan tetapi malah menjadi induknya dosa yaitu kesyirikan.

Banyak orang yang terkadang tidak sadar bahwa hidup susah dan senang adalah hal yang menjadi pasangan dalam hidup manusia agar seimbang. Semua itu datang sebagai takdir dari Allah swt kepada siapa saja yang di kehendakinya, sekecil apapun masalahnya sesungguhnya sudah tertulis di lauhul mahfudz kita yakni buku kehidupan setiap hambanya yang di dalamnya sudah tertulis alur kehidupan kita secara akurat dan terperinci. Tugas kita sebagai hamba hanyalah menjalaninya dengan ridho dan berhusnudzan kepada Allah swt. Di balik semua itu selalu ada hikmah, dan hikmah pasti diberikan kepada siapa saja yang mau belajar dan memperhatikannya. Dan tahukah saudaraku hikmah atau hidayah tidaka hanya datang dari dakwah seseorang. Tetapi semua hal di sekitar kita bisa menjadi media belajar kita sekalipun dari perkataan anak kecil.

Ketika masalah mulai datang ada yang bersikap biasa saja, dengan satu keyakinan bahwa apa yang di hadapinya itu akan hilang dengan sendirinya dengan izin Allah, ingatlah pepatah “ badai pasti berlalu “. Tetapi ada juga yang langsung putus asadan menganggap apa yang di dapatnya merupakan azab dari Allah swt.

Untuk menghadapi yang demikian sesungguhnya Allah swt sebagai Dzat yang Maha Memiliki semua yang ada di alam ini, telah memberikan bimbingan kepada manusia melalui Al Quran dan hadist agar dapat menyikapi dengan benar. Seorang sahabat rasulullah Saw pada suatu saat mengadukan tentang kesempitan hatinya karena masalah yang di hadapinya tidak kunjung usai , untuk itu orang shaleh (Rasulullah) yang ditanyai menjawab: “ berdzikirlah kamu kepada Allah swt,”

Selalu ingat kepada Allah swt dengan menggambarkan kebesaran dan kekuasaanNya akan menumbuhkan rasa optimis dalam diri. Allah tidaklah menciptakan jin dan manusia tiada lain agar menyembah dan tidak menyekutukanNya. Karena itu aktifitas dzikir adalah salah satu aktifitas yang sangat di perintah Allah agar mampu membersihkan dan menghidupkan hati serta lingkungan juga jadi lebih hidup. Setiap hamba yang hatinya bersih akan mudah diijabah doanya, setiap hamba yang sering mengingat Allah akan mudah diberikan jalan keluar dari setiap masalah.

Dzikir adalah doa, dengan berdzikir manusia berarti mengingat Allah. Allah swt berfirman:  

 وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ (١٩٨)   

“Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah sebagaimana yang ditunjukkannya kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar – benar termasuk orang – orang yang sesat.” (QS. Al – Baqoroh:198)

Dzikir adalah kehidupan hati dan faktor yang menyebabkan hati manusia menjadi hidup, bahkan menghidupkan rumah seseorang ketika hati seseorang mati akibat banyak masalah dan bala yang menimpanya. Tidak ada yang dapat mendatangkan nikmat Allah dan menolak segala amarah dan bala yang datang dariNya. Tetap jalani hidup ini dengan 3 kunci masalah yakni sabar dibarengi ikhtiar dan di akhiri tawakal. Tawakal adalah berserah diri kepada Allah swt, salah satu halnya adalah mendekatkan diri dengan doa, maka berdzikirlah.

 



Komentar