Langsung ke konten utama

SEBERANG SANA


Aku biarkan jendelaku terbuka
Demi melihat senyummu di sebrang sana
Aku biarkan musik menderu dan berdetak
Mengalir dalam earphone yang tergeletak
Ku petik gitar ini tanpa suara
Di keheningannya menanyakan dirimu siapa
Hatiku melejit jantungku seakan loncat
Saat melihat senyummu setiap aku lewat
Hanya buku ini yang mampu mendengar
Puisi cinta hingga akalku tak lagi nalar

Duhai bintang di langit kelam
Nasihati aku agar tak tenggelam
Temani aku bernyanyi dan duduk di jendela
Menunggu santri menawan di sebrang sana
Dengan al quran melekat di tangannya
Seseorang yang aku piker berbeda
Keluarlah engkau wahai tetangga
Sedang apakah di sebrang sana
Aku menunggumu di jendela ini
Berharap kau berada di sini

Aku tidak yakin dengan perasaan ini
Ketakutan mengikatku di kamar ini
Sumpah itu tidak akan aku ingkari
Namun jiwa seakan terseret kata hati
Aku hanyalah papa di banding dirimu
Mungkinkah aku bermimpi di atas kesadaranku
Bagaimana jika ibuku tahu
Atau bahkan terdengar sahabatku
Sebuah getaran yang tidak aku mengerti
Kaulah yang pertama dan selamanya di hati

Aku biarkan rasa ini bersemi
Hingga menemukan cara tersendiri
Maka aku biarkan jendelaku terbuka
Demi melihat senyummu di seberang sana


 first love - blok dapi
3 mei 2011

Komentar