Sudah sejauh ini..
Hati mengernyit meredam pilu
Atas segala saksi kehidupan
Berlalu lalang tak terperi
Angkuhnya penuh gundam
Jika harus maju ia gentar
Bahkan bilapun mundur
Ia lupa jalan pulang
Aku masih disini dalam penantian
Menjelma waktu yang menderu
Tergerai menari ria di hempas angin
Karena Engkau diam membisu
Bila senja menyapa sambil berlalu
Salam santunku tak lagi terurai
Maka kutuliskan sebuah surat panjang
Hanya untuk Mu oh Tuhan
Sejauh ini, sejauh mata memandang
Sejauh cakrawala yang terbentang
Sejauh itu pula angan melayang
Nyatanya, mustahil aku gapai
Ia tak mengenal banyak hal
Mungkin bila datang bilah serdadu
Jeruji sudah tertancap mengitarinya
Maka terkurunglah ia dalam sangkar
Sejauh asap mengepul di udara
Engkau masih diam membisu
Secangkir kopi masih berputar
Meneduhkan hatiku paling dalam
Sejauh ini, sejauh aku menanti
Waktuku terulur ribuan pertanyaan
Terisak tinggal aku sendiri
Namun Engkau masih terdiam
Jika saatnya telah tiba
Akupun harus pergi
Layaknya senja berlalu
Sejauh apapun ia pasti kembali
Created by : Zakiyatul fitriah
Jakarta, 9 Juni'17
#9_bait
#9_tahun
#9_Juni_18

Komentar
Posting Komentar