Langsung ke konten utama

KETIKA FITNAH MENDERA



“Rumor lajunya lebih cepat dari pada angin”


Bismillah...

Sahabat, kita adalah makhluk yang lemah. Tidak akan mampu melewati ujian tanpa pertolongan-Nya. Segala ujian seperti fitnah salah satunya, tidak akan pernah sirna jika tidak dengan campur tangan sang Tuhan. Meskipun hukum alam masih berlaku bahwa kebenaran pasti akan terbit. Lalu pernahkah terlintas di benak kita apa maksud ujian ini untuk kita? Apakah suatu teguran karena dosa dan kesalahan kita sendiri? Apakah justru tanda Allah menyayangi kita sehingga Ia rindu rayuan – rayuan mesra hambanya dalam doa yang biasa mereka panjatkan? Wallahu a’lam bishshowaab. Apapun itu, maka jangan lupa bertawakallah, bersabarlah, dan bersyukur.

Mari kita sedikit bertabayyun tentang ayat 5 dan 6 surah an nashroh yang berbunyi :
Fa inna ma’al ‘usri ‘yusra(5)”. “Inna ma’al ‘usri yusra(6)”. Yang artinya “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5),  “sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan” (6).

Sedikit yang saya ketahui di dalam surat an nashroh ini telah di tegaskan dua kali dengan yang keduanya ini menggunakan ghunnah pada lafadh inna yakni menegaskan dengan sungguh – sungguh dan makna huruf fa di ayat ke 5  bermakna ‘dengan sangat/karena’. Maka fa + inna bisa bermakna dengan sangat bersungguh – sungguh. Sehingga berarti menjadi ‘dengan sangat bersungguh – sungguh setelah kesulitan pasti datang kemudahan'. Bahkan ayat tersebut di cantumkan dua kali dalam surat ini.

Maka sesungguhnya di balik sebuah kesulitan pasti ada kemudahan, dan jaraknya sangat dekat sedekat kening dan sajadah. Maka mengadulah semua urusan dunia dan akhiratmu hanya kepada Allah. Karena sekiranya sebesar apapun fitnah dunia, fitnah akhirat, su’uzdon dan perangai buruk seseorang hanya Allah yang tahu. Hanya ia Dzat Maha Pemberi dan kepada-Nya pulalah akan kembali.

Mengadulah kepada-Nya saja, karna jika kita hanya bersandar di bahu manusia, suatu hari ia akan lemah. Jika kita bersandar di sebuah benteng  yang kokoh, suatu hari ia akan rapuh. Jika kita bersandar di pohon suatu hari ia akan tumbang. Maka hanyalah Dia Dzat Yang Maha Kokoh Nan Perkasa untuk semua keluhan hamba-Nya.

Jangan lelah untuk berdoa, curahkan segala gundah kepada-Nya saja. Karena Allah tidak akan pernah lelah mendengar keluhan hambanya. Fitnah memang lebih kejam dari pada pembunuhan. Tapi percayalah tak usah kita membalas air tuba dengan air tuba, karena kebenaran akan selalu terbit layaknya fajar. Memang benar hukum alam masih berlaku, roda masih berputar, jadi untuk apa kita bersibuk – sibukria mencari jalan pembalasan ? toh semua ada balasannya sendiri. 

Berdoalah yang baik – baik saja untuk mereka, untuk semua orang, untuk seluruh ummat. Karena segala kebaikan akan kembali kepada kita, pun jua segala keburukan yang kita lakukan akan kembali ke diri kita lagi. Bersibuk  - sibuklah menutupi segala keburukan atau  aib kita dengan kebaikan. Karena jika kita hanya sibuk mencari kesalahan, keburukan, bahkan aib orang lain maka Allah akan memperlihatkan aib kita ke orang lain. Sebaliknya jika kita berusaha menutup aib orang lain Allahpun akan menutup aib kita. 

Allah lebih tahu bagaimana kamu dari pada kamu sendiri, tetapi kamu lebih tahu bagaimana kamu dari pada mereka. Dan mereka yang sebatas tahu hanya dari pucuk suatu daun, maka akan selamanya sebatas itulah persepsi mereka. Padahal suatu sudut pandang hingga penilaiian seseorang tidak cukup hanya sebatas pucuk daun, tetapi sebanyak ribuan daun dalam satu pohon yang tumbuh hingga seumur hidup kita. Jadi mau bagaimanapun suratan yang sudah tertulis di lauhul mahfudz kita, tetap bertawakallah, bersabar dan bersyukur. :)

Laa ba’sa!, Laa takhof!, Laa ta’jiz!, Laa takhsya!, Laa tahzan!
Innallaha ma’anaa, HAMASAHHHH!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Kecil Survivor

Ketika kelelahan mulai membunuh perlahan lahan. Seorang surviver tidak akan lagi menghawatirkan penampilan fisik yang nantinya tubuh mereka yang penuh jahitan, atau kerepotan orang lain karenanya. Satu hal yang sangat ia inginkan hanyalah melepas kesakitan yang lama mendera. Yang hanya ia pikirkan hanyalah ingin melepas kesakitan itu. Yang membuatnya menderita sendiri. Bahkan orang lain pun tidak akan mengerti keluhan yang ia sampaikan berkali - kali. Orang lain tidak akan mampu menopang sebagian kesakitannya yang sangat membebani.  Orang lain tidak akan paham apa yang mereka rasakan.  Sekalipun sudah berkecamuk dengan 1001 sumpah serapah, atau keluhan yang tak ada habisnya.  Orang lain hanya akan mendengar jeritan mereka sebagai sekedar bisikan. Mereka bisa apa?  mereka tau apa?. Maka mereka tidak akan mengerti bagaimana pilihan mati adalah pilihan terakhir yang paling indah. Hal yang mereka tau tentang pasrah hanyalah tabu. Orang lain tidak akan merasakan sedalam a...

SEBERANG SANA

Aku biarkan jendelaku terbuka Demi melihat senyummu di sebrang sana Aku biarkan musik menderu dan berdetak Mengalir dalam earphone yang tergeletak Ku petik gitar ini tanpa suara Di keheningannya menanyakan dirimu siapa Hatiku melejit jantungku seakan loncat Saat melihat senyummu setiap aku lewat Hanya buku ini yang mampu mendengar Puisi cinta hingga akalku tak lagi nalar Duhai bintang di langit kelam Nasihati aku agar tak tenggelam Temani aku bernyanyi dan duduk di jendela Menunggu santri menawan di sebrang sana Dengan al quran melekat di tangannya Seseorang yang aku piker berbeda Keluarlah engkau wahai tetangga Sedang apakah di sebrang sana Aku menunggumu di jendela ini Berharap kau berada di sini Aku tidak yakin dengan perasaan ini Ketakutan mengikatku di kamar ini Sumpah itu tidak akan aku ingkari Namun jiwa seakan terseret kata hati Aku hanyalah papa di banding dirimu Mungkinkah aku bermimpi di atas kesadaranku Bagaimana jika...

JATUH CINTA

Ketika kamu jatuh cinta Seketika kamu ingin menjadi dirinya Mulai dari warna favoritnya Gayanya, hobinya Film yang dia sukai Musik, apapun akan kamu tirukan Atau bahkan merasa memiliki banyak kesamaan dengannya Ketika kamu jatuh cinta Kamu akan mempelajari semua hal tentangnya Mengenalanya adalah hal candu bagimu Baik buruknya akan kamu telan mentah - mentah Bagaimana kabarnya, keadaannya Semua itu akan membuatmu teringat dia sepanjang waktu Ketika kamu jatuh cinta  Jarak dan waktu ingin sekali kamu bunuh Kemanapun, di manapun dan kapanpun Kamu ingin bersamanya Bila jauh kamu ingin menghampirinya Ketika kamu benar - benar cinta Bahkan kamu rela berkorban segalanya Jika jadi gila nyawapun rela di pertaruhkan Segala hambatan 1001 cara akan di lakukan  Agar kamu bisa mendapatkan cintamu Cinta adalah fitrah Yang tidak pernah kita rencanakan kehadirannya Kepada siapa, harus kapan, bagaimana caranya dan dimana Karena ketika kamu telah jatuh cinta Tuhan...