Iseng bikin cerpen wehehe! Aku terdiam sejenak saat kucing itu memandangiku saat hendak membuka kunci pintu. Entah apa artinya, apakah ia merengek minta makan atau kasian melihat keadaanku, yang jelas aku tidak peduli. Lalu aku balas memandanginya sejenak sambil berceloteh. “Apa lo liat – liat?” tantangku tanpa aku sadari. Setelah pintu terbuka aku membuang muka dengan sinis dan berlalu begitu saja. Setiap hari berulang – ulang seperti ini. Pagi, sore, dan malam setiap kali aku terlunta – lunta tanpa tenaga merangkak , terseok - seok menuju pintu kossanku sepulang kuliah. Kucing itu selalu ada dan menatapku seperti biasa sambil menertawakan keadaanku sambil bersinggasana di atas kursi rotan yang ada di depan kamarku. Tiba – tiba mulutku langsung bergerak tanpa aba-aba. “Diem lo kucing! Gak usah juga liatin gue kaya gitu. Gue gak buttuh di kasihani!” celotehku lagi sambil berlalu lenyap di balik pintu. Tetanggaku cekikikan merasa aneh dengan tingkahku.Memang benar lama – lama a...