Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

SEBERANG SANA

Aku biarkan jendelaku terbuka Demi melihat senyummu di sebrang sana Aku biarkan musik menderu dan berdetak Mengalir dalam earphone yang tergeletak Ku petik gitar ini tanpa suara Di keheningannya menanyakan dirimu siapa Hatiku melejit jantungku seakan loncat Saat melihat senyummu setiap aku lewat Hanya buku ini yang mampu mendengar Puisi cinta hingga akalku tak lagi nalar Duhai bintang di langit kelam Nasihati aku agar tak tenggelam Temani aku bernyanyi dan duduk di jendela Menunggu santri menawan di sebrang sana Dengan al quran melekat di tangannya Seseorang yang aku piker berbeda Keluarlah engkau wahai tetangga Sedang apakah di sebrang sana Aku menunggumu di jendela ini Berharap kau berada di sini Aku tidak yakin dengan perasaan ini Ketakutan mengikatku di kamar ini Sumpah itu tidak akan aku ingkari Namun jiwa seakan terseret kata hati Aku hanyalah papa di banding dirimu Mungkinkah aku bermimpi di atas kesadaranku Bagaimana jika...

Gila itu Perlu!

Ya! Benar sekali . Kenapa bisa begitu?. Orang selalu berpikir bahwa gila itu sungguh hina dina. Padahal jika kita mau merubah sedikit persepi kita tentang gila yang hina ini, kita akan takjub betapa gila itu sangat kita butuhkan di kehidupan kita. Gila itu ada dua macam yaitu gila yang datang dengan sendirinya dan yang kita ciptakan sendiri . Gila sama gak waras bukannya sama?. Ya memang, bedanya cuma tipis yakni di jangka waktunya saja. Gila yang kita butuhkan di sini adalah gila yang terjadi di kala waktu jika kita benar - benar membutuhkan, bukan gila yang terus - menerus itu namanya hilang akal atau hilang kesadaran. Tau gak siih orang yang hilang akal itu bukan orang gila doang loh , contoh lainnya banyak. Jadi sebelumnya yuk kita kenalan dulu dengan saudara - saudaranya gila yang masih satu spesies dengan  "hilang akal" ini. Pertama, orang tidur. Biasanya orang tidur mudah meracau tentang semua hal bukan? mulai dari hal berbau agama, luapan emosi, kegalauan, sa...