Aku biarkan jendelaku terbuka Demi melihat senyummu di sebrang sana Aku biarkan musik menderu dan berdetak Mengalir dalam earphone yang tergeletak Ku petik gitar ini tanpa suara Di keheningannya menanyakan dirimu siapa Hatiku melejit jantungku seakan loncat Saat melihat senyummu setiap aku lewat Hanya buku ini yang mampu mendengar Puisi cinta hingga akalku tak lagi nalar Duhai bintang di langit kelam Nasihati aku agar tak tenggelam Temani aku bernyanyi dan duduk di jendela Menunggu santri menawan di sebrang sana Dengan al quran melekat di tangannya Seseorang yang aku piker berbeda Keluarlah engkau wahai tetangga Sedang apakah di sebrang sana Aku menunggumu di jendela ini Berharap kau berada di sini Aku tidak yakin dengan perasaan ini Ketakutan mengikatku di kamar ini Sumpah itu tidak akan aku ingkari Namun jiwa seakan terseret kata hati Aku hanyalah papa di banding dirimu Mungkinkah aku bermimpi di atas kesadaranku Bagaimana jika...